1/17/2012 10:12:00 am
0
Beberapa
komponen yang patut diperhatikan adalah CDI,
platina, aki, koil, dan busi.
Aki yang bagus memiliki tegangan 12,6 volt sehingga
jika kurang dari 12 volt berarti ada kerusakan yang
membuat aki tidak mampu menyimpan tegangan
listrik secara maksimal. Oleh karena itu, sangat
penting untuk menjaga air aki berada pada batas
minimal dan atas. Bawalah air aki yang berwarna
merah untuk kondisi mesin yang panas dan air warna
putih untuk kondisi mesin dingin.
Platina berhubungan dengan sistem pengapian
kendaraan dan memerlukan pergantian setiap 10.000
km. Cara mengetahui kondisi platina masih layak
pakai atau tidak bisa dilihat secara kasat mata. Jika
kontak poin masih tebal, artinya tidak perlu diganti.
Cukup dibersihkan memakai ampelas hingga rata dan
bersih. Penyebab gosongnya platina karena umur
pemakaian atau loncatan bunga api yang terlalu besar
bila memakai koil yang berdaya tinggi.
Gejala kerusakan koil pengapian memang relatif
sukar diketahui sejak awal, karena tiba-tiba mobil
mati. Meskipun begitu, ada satu ciri khusus yang agak
sukar dibedakan pada kondisi mesin stasioner dan
pedal gas diinjak mesin malah tersendat. Itu satu ciri-
ciri koil mulai tak berfungsi. Namun, ada langkah
selanjutnya untuk memastikan koil di mobil dengan
pengapian platina sudah mulai rusak.
Kabel negatif yang berada di sisi kiri/kanan koil
didekatkan dengan ground atau massa. Kemudian,
copot ujung kabel yang terhubung ke distributor dan
lekatkan ke massa. Putar kunci kontak ke posisi on
kemudian cek memakai kabel negatif yaitu dengan
cara kontak-putus ke ground.
Perhatikan kejadian pada ujung kabel yang menuju
distributor apakah mengeluarkan percikan api. Jika
ada yang keluar, tandanya koil masih bagus, tetapi
perhatikan langkah selanjutnya yaitu warna percikan
api.
Bila kebiruan berarti koil berada dalam kondisi prima
dan kemerahan itu tandanya sudah lemah dan perlu
diganti. Untuk sementara, penanggulangannya bisa
dikompres air dingin. Namun, bila sudah panas sekali
bisa membuat mobil berhenti.
Secara umum busi terbagi dua, yaitu busi panas dan
dingin. Bentuk busi dingin pada umumnya adalah
memiliki kepala yang kecil untuk dipakai pada mobil
yang rasio kompresinya tinggi. Busi panas khusus
untuk mobil standar, sehingga mobil yang rasio
kompresinya dibawah 11:1 sebenarnya tidak perlu
memakai busi racing atau dingin.
Selain itu, agar busi dingin bekerja maksimal perlu
kabel busi yang hambatannya kecil dan koil
bertegangan tinggi. Kalau masih semuanya standar,
ya pakai saja yang standar juga.
Warna kepala busi bisa dijadikan alat diagnosis
kinerja mesin apakah perlu di-tune up atau tidak.
Kondisi hitam kering menunjukkan pembakaran yang
tidak berjalan sempurna dan perlu di-tune up. Bila
warna hitam tetapi basah oleh oli, mesin harus
diperiksa mungkin ada komponen yang sudah aus.
Warna putih memperlihatkan kondisi mesin yang
jumlah pasokan bahan bakarnya kurang sempurna
sebagai akibat bensin terlalu sedikit dibandingkan
udara. Hal itu berpotensi membuat mesin panas dan
mengelitik.
Warna coklat pertanda dari mesin mobil yang
berfungsi normal, sedangkan kondisi yang terbaik
adalah warna abu-abu yang berarti campuran bahan
bakar dan udara seimbang dan proses
pembakarannya sempurna.
Cara mengetahui apakah busi ada yang rusak adalah
dengan melepas satu per satu tutup kabel busi saat
mesin hidup. Yang harus diperhatikan saat mencabut
adalah jarak terminal kabel busi tidak boleh
terlampau dekat, minimal 20 cm.
Jika saat dilepas tidak ada perubahan getaran dan
suara pada mesin, tandanya busi sudah mati.
Sebaliknya, bila suara mesin keras busi berada dalam
kondisi bagus.
Busi tidak bisa
dipakai lagi bila elektrode negatif yang
mirip kail itu patah atau terkikis karena pembakaran
dan bagian dalam elektrodenya sudah putus.
Hati-hati bila menemukan kabel busi bocor perlu
segera diperbaiki karena sangat berbahaya. Api yang
keluar antara kabel busi dan ground berpotensi
menyebabkan kebakaran jika sampai mengenai
saluran bahan bakar.
Mendeteksi adanya masalah pada kabel busi terasa
dari mesin yang sedikit tersendat. Penyebabnya ada
aliran listrik ke busi yang terbuang sebagai akibat dari
kabel yang terkelupas dan mengenai ground.
Percikan api di busi terganggu dan bahan bakar tidak
akan terbakar sempurna. Solusi terbaik adalah
mengganti kabel busi dengan yang baru. Namun, bila
kita lupa membawa cadangan saat perjalanan jauh,
kendala itu dapat diakali. Hal pertama yang harus
dilakukan adalah mencari sumber kebocoran.
Sebelumnya, perhatikan apakah saluran bensin dalam
kabin mesin berada pada kondisi aman atau tidak
mengalami rembes pada sambungannya. Setelah
dicek aman, baru cari sumbernya dengan cara
menghidupkan mesin, biasanya akan muncul suara
tek..tek. Pada kondisi gelap akan terlihat percikan api.
Bila sudah ditemukan, copot kabel busi dan tutup
yang bocor dengan isolator. Jika tidak ada dapat
memakai bahan yang memiliki daya hantar listrik
buruk seperti plastik yang membungkus rapat kabel
busi.
Permen karet pun dapat dipakai. Caranya dengan
mengunyah sampai rasa manisnya hilang, kemudian
rekatkan pada kabel busi yang sudah dibungkus
dengan lapisan alumunium foil permen karet. c9/

0 komentar :

Post a Comment

Jika Anda rasa Artikel ini bermanfaat silahkan kalau mau di Copy Paste Tapi Ingat melampirkan Sumbernya ya! http://axvero.blogspot.com dan Jika anda berkenan silahkan tinggalkan komentar meskipun hanya 1 kata. kata-kata yang anda tulis sangat berarti bagiku.